Kamis, 28 Januari 2010

MUTU PELAYANAN KEBIDANAN

PRAKTEK LAPANGAN DI PUSKESMAS

PDCA puskesmas adalah upaya yang dilaksanakan secara berkesinambungan,sistematis,objektif dan terpadu dalam menetapkan standard yang telah ditetapkan dan selanjutnya menetapkan serta melaksanakan cara penyelesaian masalah sesuai dengan kemampuan yang tersedia, menilai hasil yang dicapai dan menyusun saran tindak lanjut untuk lebuh meningkatkan mutu pelayanan disuatu puskesmas.
Strategi pembangunan kesehatan yang dilaksanakan puskesmas tidak terlepas dari upaya peningkatan mutu pelayanan yang terkait dengan profesionalme. Pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang manusiawi,professional dan memberikan kenyamanan kepada pasien.
Kualitas pelayanan ditunjukkan pula dengan standard waktu dalam memberikan pelayanan seperti :
o Pelayanan BP tidak lebih dari 15 menit
o Apotik tidak lebih dari 20 menit
o Gigi tidak lebih dari 20 menit
o Laboratorium : pengambilan sample darah sekali jadi
Setiap karyawan senantiasa dengan hangat dan ramah. Semua itu mencerminkan puskesmas sangat welcome dan profesional untuk membantu dan bermitra dengan masyarakat dalam upaya kesehatan baik secara promotif, preventif, kuratif ataupun rehabilitatif. Untuk evaluasi kepuasan pelanggan dibuat pula kotak saran dan angket bagaimana persepsi pelanggan eksternal terhadap mutu layanan.
Di puskesmas semua staf puskesmas harus mengikuti apel pagi tepat jam 07.00 WIB.Pada saat apel ini sekaligus dipakai untuk penyampaian informasi yang diperlukan sebagai pembinaan dan menemukan permasalahan atau kasus-kasus baru apalagi yang bersifat KLB. Setlah apel pagi langsung semua bekerja sesuai dengan job description, tidak ada yang santai karena semua sudah punya tugas dan jadwal yang jelas tentang apa yang harus dikerjakan.
Sistem pencatatan disini sudah lengkap, dari mulai data harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Semua tercatat sehingga data sudah merupakan spidenbased information.
Kegiatan di puskesmas ini adalah GSI ( Gerakan Sayang Ibu ) dengan system kewaspadaan dini resiko tinggi. Deteksi resti ini dikembangkan lagi terhadap calon pengantin. Data resti catin dicatat dalam buku kohor terpisah atau tambahan seperti catin dengan usia kurang dari 20 tahun. Penderita KEK, anemia, penyakit menular seksual dan lain-lain yang telah dicatat juga diberi penanganan tindak lanjutnya.
Setelah memberikan pelayanan yang maksimal dari pemberian saran dan angket yang diberikan,pasien merasakan suatu kepuasan yang baik dari tindakan pelayanan petugas baik dari segi eksternal maupun internal.
Kepala puskesmas akan lebih memajukan pelayanan yang terbaik buat kesejahteraan klien maupun kepuasan klien untuk selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar